Sabtu, 16 Agustus 2014

TALI TEMALI

DODI VENALOSA.CH

Ikatan Canggah atau biasa disebut cara menyambung tiang

Ikatan Canggah digunakan untuk menyambung dua buah tongkat secara lurus. Penggunaan ikatan canggah seperti untuk membuat tiang bendera dengan sambungan tongkat. Terdapat beberapa versi ikatan canggah, namun yang lebih sering digunakan adalah sebagaimana langkah-langkah berikut:
  1. Buatlah sosok di antara dua tongkat yang disambung.
  2. Utas tali yang panjang dililitkan mengitari kedua tongkat. Lilit hingga bagian akhir persambungan.
  3. Masukkan utas tali ke dalam sosok yang dibuat pada langkah pertama tadi (gbr. 2)
  4. Tarik ujung tali sehingga sosok masuk ke dalam lilitan (gambar 2)
  5. Utas tali yang bawah simpul dengan simpul pangkal
ikatan-canggah-3



IKATAN PALANG

Ikatan palang biasa digunakan dalam kegiatan tli temali di pramuka.
ikatan palang diantaranya digunakan untuk :

1. membuat jemuran ala anak pramuka
2. membuat tempat sepatu
3. mendirikan tenda regu
4. membuat tandu, dll.

gambar ikatan palang :


MEMBUAT TANDU

tandu sangatlah penting dalam pengevakuasia korban pada kecelakaan, bencana alam, atau korban yang pingsan saat hyking dalam pelantikan gerakan pramuka.

simpul yang digunakan antara lain :

  1. simpul pangkal
  2. simpul jangkar
  3. dan ikatan palang.
gambar tandu :


MEMBUAT JEMURAN ALA PRAMUKA
simpul yang dipakai :
  1. simpul pangkal
  2. ikatan silang


MEMBUAT JEMBATAN ALA PRAMUKA
simpul yang digunakan :
  1. simpul pangkal
  2. ikatan palang
  3. ikatan canggah
  4. ikatan silang

MEMBUAT MENARA PANDANG
menara pandang biasa digunakan dalam peperangan pada zaman perang dunia ke dua.
menara pandang sering digunakan oleh warga cina zaman dahulu.
simpul yan digunakan :
  1. simpul pangkal
  2. ikatan canggah
  3. ikatan silang
  4. ikatan palang


MEMBUAT MADING ALA PRAMUKA
simpul yang digunakan :
  1. simpul pangkal
  2. ikatan palang
  3. ikatan silang


JEMBATAN 2
simpul yang digunakan :
  1. simpul pangkal
  2. ikatan palang
  3. ikatan silang
  4. ikatan canggah

MEMBUAT RAK DAN TUNGKU PRAMUKA
simpul yang digunakan :
  1. simpul pangkal
  2. ikatan silang
  3. ikatan palang


JEMURAN 2
simpul :
  1. simpul pangkal
  2. ikatan silang

MACAM - MACAM SIMPUL DAN IKATAN

 



semoga bermanfaat. 
salam pramuka
Thank You Comments Pictures
More Images @ vena’s

TALI TEMALI ( SIMPUL DAN IKATAN )

DODI VENALOSA.CH
SIMPUL DAN IKATAN
Dalam tali temali, kita sering mencampur adukan antar tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sekali. Berikut perbedaannya :
·         TALI                 = bendanya
·         SIMPUL            = antara tali dengan tali
·         IKATAN            = tali dengan benda lain (umpamanya dengan kayu dan sebagainya)
PEMELIHARAAN TALI
            Pada jaman sekarang memang banyak tali tahan lapuk, umpamanya; tali plastic. Akan tetapi tidak jarang pula, kita akan menemukan tali yang mudah sekali lapuk. Untuk hal ini, kita perlu merawatnya dengan teliti.
            Di bawah ini, kami berikan beberapa jalan untuk memelihara/pemeliharaan tersebut :
a.      Simpanlah tali pda tempat yang tidak lembab, agar tidak lapuk
b.      Letakkan pada tempat tertentu, sehingga pada saat diperlukan kita mudah mengambilnya.
c.       Apabila tali tersebut basah, sebaiknya cepat di keringkan di panas matahari.
d.      Usahakan gulungan tali mudah di lepas.
BEBERAPA BENTUK SIMPUL
SIMPUL TIANG BERGANDA 
Fungsi : untuk mengikat orang(korban) dari bawah ke atas atau sebaliknya
SIMPUL KURSI 
Fungsi : sebagau pengangkat/menurunkan benda atau orang pingsan.


SIMPUL KEMBAR
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) buah tali yang sama besar dalam keadaan licin(basah)


SIMPUL TIANG 
Fungsi : untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat begerak leluasa; misalnya mengikat leher binatang supaya tidak tercekik
SIMPUL ERAT 
Fungsi : untuk memendakkan tali tanpa memotongnya.
SIMPUL UJUNG TALI
Fungsi : agar pintalan pada ujung tali tidak mudah terlepas

  

SIMPUL TANGAN 


SIMPUL ANYAM
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) buah tali yang tidak sama besar dalam keadaan kering(tidak basah)


ANYAMAN MATA
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) utas tali yang sama besarnya

 SIMPUL HIDUP

  FIGUR ANGKA

SIMPUL LASSO


SIMPUL ANYAM BERGANDA 
Fungsi : untuk menyambung 2(dua) buah tali yang tidak sama besar dalam keadaan licin(basah)

SIMPUL TAMBAT
Fungsi : untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali.

 SIMPUL PRUSIK

 SIMPUL PENARIK
Fungsi : untuk menarik sesuatu benda yang cukup besar

 SIMPUL MATI

SIMPUL PANGKAL
Fungsi : untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi simpul pangkal ini dapat juga untuk memulai suatu ikatan 

Thank You Comments Pictures
More Images @ vena’s

PRAMUKA SMP NU JATIBARANG

DODI VENALOSA.CH
PENGERTIAN PRAMUKA
  1. Suatu proses dalam bentuk yang menyenangkan bagi pemuda di bawah tanggung jawab orang dewasa.
  2. Yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan di luar pendidikan keluarga dan di alam terbuka.
  3. Dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan.
VISI GERAKAN PRAMUKA
Meneyelenggarakan pelatihan untuk para siswa dan siswi agar beriman, mandiri, tangguh, disiplin, kreatif, dan berjiwa patriotisme berlandaskan Pancasila.

MISI GERAKAN PRAMUKA
Memberikan pembinaan dan pelatihan kepada siswa-siswi agar berkepribadian, berwatak, berbudi luhur, serta:
  1. Tinggi mental, moral dan berbudi pekerti serta kuat keyakinan beragamanya.
  2. Tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
  3. Kuat dan sehat jasmaninya.
SIFAT PRAMUKA
Berdasarkan resulusi konferensi kepramukaan se-dunia pada tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepramukaan memiliki tiga sifat atau ciri khas, diantaranya:
  1. Nasional, berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  2. Internasional, yang berarti organisasi kepramukaan di negara manapun di dunia ini harus dapat membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama pramuka dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan / agama, golongan, tingkat dan suku bangsa.
  3. Universal, yang berarti kepramukaan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan.
FUNGSI PRAMUKA
  1. Kegiatan menarik bagi anak-anak ataupun pemuda.
  2. Pengabdian bagi orang dewasa.
  3. Alat bagi masyarakat dan organisasi.
MATERI PEMBINAAN
Sesuai dengan tujuan gerakan pramuka, bahwa gerakan pramuka membina dan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip dasar metodik pendidikan pramuka yang pelaksanaannya disesuiakan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar:
  1. Dapat menjadi manusia yang berwatak, berkepribadian dan berbudi luhur, serta memiliki mental yang tinggi, moral dan budi pekerti serta kuat keyakinan beragamanya.
  2. Tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
  3. Kuat dan sehat jasmaninya.
  4. Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuk kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri serta mampu menyelenggarakan pembangunan bangsa dan negara.
MATERI PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL
Kerohanian / Kepribadian
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memiliki budi pekerti luhur, berperikemanusiaan, memiliki jiwa pengabdian.
  3. Demokrasi, jujur, adil, sederhana dan memiliki rasa tanggung jawab.
  4. Cinta budaya, bangsa, tanah air dan keindahan serta kelestarian alam.
Intelek dan Kewajiban
  1. Jiwa yang mantap, seimbang dan selaras.
  2. Cerdas, berilmu kritis, analitis, sistematis dan metodis.
MATERI PEMBINAAN PATRIOTISME
  1. Moral dan kesadaran ideologi Pancasila.
  2. UUD 1945 dan semangat persatuan serta kesatuan bangsa.
  3. Kesadaran ketahanan nasional, nilai serta cita-cita perjuangan kemerdekaan.
  4. Sejarah perjuangan bangsa.
  5. Sejarah kepramukaan Indonesia.
MATERI PEMBINAAN IDEALISME
  1. Kreatif, dinamis, obyektif, realistis.
  2. Disiplin sosial, minat belajar, bekerja dan berprestasi.
  3. Keterampilan, kecakapan, keahlian dan produktifitas.
  4. Pengambilan keputusan, prakarsa, inovasi dan daya kreasi.
  5. Semangat pelopor dan berjiwa kerakyatan.
  6. Semangat membangun dan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan masyarakat.
MATERI PEMBINAAN JASMANI
  1. Kuat, segar dan sehat.
  2. Tangguh, dan berdaya tahan tinggi.
  3. Tangkas dan terampil.
BENTUK KEGIATAN PRAMUKA
  1. Perkemahan.
  2. Gladian.
  3. Latihan pengembangan kepemimpinan.
  4. Latihan keterampilan.
  5. Pilot project.
  6. Kursus.
  7. Bakti masyarakat.
  8. Pertemuan, misalnya RAIMUNA.
  9. Mengenal alam terbuka.
  10. Halang Rintang dan Gladi Tangguh.
  11. Kegiatan keagamaan.
MATERI KEGIATAN
  1. Ruang lingkup materi kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega meliputi seluruh kehidupan manusia yang baik.
  2. Semua kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega merupakan percobaan dan latihan menerapkan hasil studinya.
TUJUAN MATERI KEGIATAN
  1. Mental spiritual.
  2. Sebagai bakti kepada masyarakat dalam rangka pembangunan nasional.
Bentuk Materi Kegiatan

  1. Mental spiritual.
  2. Patriotisme.
  3. Idealisme.
  4. Sosial.
  5. Kewarganegaraan.
  6. Seni dan budaya.
  7. Cinta alam, keterampilan dan ketangkasan.
  8. Penanggulangan keadaan darurat.
  9. Kependudukan dan transmigrasi.
  10. Lingkungan hidup dan kelestarian alam.
  11. Koperasi dan Tabungan Nasional.
  12. Pertanian (dalam arti luas).
  13. Pertukangan dan kerajinan.
  14. Kebaharian dan kedirgantaraan.
  15. Keamanan dan ketertiban masyarakat.
  16. Perayaan peringatah hari-hari bersejarah.
  17. Kampanye penerangan, sensor film, palang merah, pemberantasan buta huruf dan pendidikan kesejahteraan keluarga.
Thank You Comments Pictures
More Images @ vena’s

KETERAMPILAN P3K

DODI VENALOSA.CH
Keterampilan Pertolongan Pertama merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yangmemberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :
  • Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehormatan pramuka
  • kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain.
  • kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan PRamuka di masayrakat.

a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas
Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan.
Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.
Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :
1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka
3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.
4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :
a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit.

bP3K bagi korban sengatan listrik
1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering
2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban
3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

cP3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah
1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti.
Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika.
Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.
2) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.
3) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d. Pertolongan pertama mengurangi shok
1) Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

2) Tanda-tanda Shok
a) Denyut nadi cepat tapi lemah
b) Merasa lemas
c) Muka pucat
d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
e) Merasa haus
f) Merasa mual
g) Nafas tidak teratur
h) Tekanan darah sangat rendah

3) Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :
a) Menghentikan pendarahan
b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
c) Memberi nafas buatan
d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

4) Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :
a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak.

Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.
b) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
c) Usahakan pasien tidak melihat lukanya
d) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :
- 1 sendok teh garam dapur
- ½ sendok teh tepung soda kue
- 4-5 gelas air
- dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh
e) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.
f) Cepat-cepat panggil dokter

e. P3K patah tulang
1) Tanda-tanda patah tulang
a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka
b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal
c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan
d) Kulit tidak terasa kalau disentuh
e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang
a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang. 
b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan
c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :
- hentikan pendarahan serius yang terjadi 
- usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan 
- upayakan lalu lintas udara tetap lancer
- jika diperlukan buatlah nafas buatan
- jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak
d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang
Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.

3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya
a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan(gb 1)

• Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada
• Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar
• Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari
• Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku
Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu) (gb 2)

• Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin
• Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut
• Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah
• Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)
c) Patah Tulang Lengan Bawah
Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.
d) Patah Tulang di paha
• Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter
• Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal
• Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar
• Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk
• Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f. Pembalut dan pembalutan
1) Pembalut
Macam-macam pembalut :
a) Pembalut kasa gulung
b) Pembalut kasa perekat
c) Pembalut penekan
d) Kasa penekan steril (beraneka ukuran)
e) Gulungan kapas
f) Pembalut segi tiga (mitella)

2) Pembalutan (gb 3)

a) Pembalutan segitiga pada kepala, kening
b) Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki
c) Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan
d) Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi
e) Pembalutan spiral pada tangan
f) Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.
Thank You Comments Pictures
More Images @ vena’s